ANDA AKAN MENETESKAN AIR MATA JIKA MEMBACA INI...HARTA BOLEH MISKIN TAPI KEKAYAAN IMAN TETAPLAH YANG UTAMA!!!

6:36 AM

Seputarinfo.com - Seorang pedagang hewan qurban bercerita tentang pengalamannya : Seorang bunda datang memperhatikan dagangan saya. Diliat dari penampilannya kelihatannya tidak bakal sanggup beli. Tetapi tetap tetap saya cobalah hampiri dan tawarkan padanya, “Silahkan bu…”, lalu bunda itu menunjuk satu diantara kambing terterjangkau sembari ajukan pertanyaan, ”kalau yang itu berapakah Pak? ”.

“Yang itu 700 ribu bu, ” jawab saya. “Harga pasnya berapa? ”, Bertanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tetapi biarlah……. “Tapi, duit saya cuma 500 ribu, boleh pak? ”, pintanya. Waduh, saya bingung, sebabnya harga modalnya, pada akhirnya saya berembug dengan rekan sampai pada akhirnya ditetapkan diberbagi saja dengan harga itu pada bunda itu.

Sayapun mengantar hewan qurban itu sampai kerumahnya, demikian tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, merasa menggigil semua tubuh lantaran lihat kondisi tempat tinggal bunda itu.

Rupanya bunda itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya di rumah gubug berlantai tanah itu. Saya tidak lihat tempat tidur kasur, kursi ruangan tamu, terlebih perlengkapan elegan alias berbagai barang elektronik,. Yang tampak cuma dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Di atas dipan, tertidur seseorang nenek tua kurus. “Mak….. bangun mak, nih lihat saya bawa apa? ”, kata bunda itu pada nenek yg tengah rebahan sampai pada akhirnya terbangun. “Mak, saya telah belikan emak kambing buat qurban, kelak kami antar ke Masjid ya mak…. ”, kata bunda itu dengan penuh keceriaan.

Si nenek sangat terkaget meski terkesan tersanjung, sembari mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, pada akhirnya kesampaian juga kalau emak ingin berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya bila saya nawarnya keterjangkauan, lantaran saya cuma tukang cuci di kampung sini, saya berniat menghimpun duit untuk beli kambing yang bakal diniatkan buat qurban atas nama bunda saya…. ”, kata bunda itu

Kaki ini bergetar, dada merasa sesak, sembari menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…Ampuni dosa hamba, hamba malu berjumpa dengan hamba-Mu yang pastinya lebih mulia ini, seorang yang miskin harta tetapi kekayaan Imannya demikian menarik”.

“Pak, ini biaya kendaraannya…”, panggil bunda itu, ”telah bu, supaya anggaran kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya segera bergegas berangkat sebelumnya bunda itu tahu bila mata ini telah basah lantaran tidak sanggup mendapat teguran dari Allah yang telah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan mengharapkan memuliakan orang tuanya…….

Untuk menjadi mulia ternyata tidak butuh harta berlimpah, jabatan tinggi terlebih kekuasaan, kami bisa belajar keikhlasan dari bunda itu untuk meraih kemuliaan nasib. Berapa tidak sedikit di antara kami yang di beri kecukupan pendapatan, tetapi masihlah saja ada kengganan untuk berkurban, meski sebetulnya mungkin saja harga ponsel, arloji, tas, maupun aksesori yg melekat di badan kami harga nya jauh lebih mahal dibanding seekor hewan qurban. Tetapi rutin kami sembunyi di balik kata tidak sanggup alias tidak dianggarkan. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dengan memperbanyak instropeksi diri.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »